Sinopsis Film Fast And Furious 8 , Penghianatan Seorang Dominic

c-mam – Menilik kembali kisah ceritanya, film ini berjudul “The Fate of The Furious” di negaranya Dom yang memulai kenikmatan hidupnya tiba-tiba mengkhianati temannya. Ini terjadi setelah ia bekerja sama dengan organisasi teroris yang dipimpin oleh seorang hacker wanita handal, Cipher (Charlize Theron).

Sinopsis Film Fast And Furious 8 , Penghianatan Seorang Dominic

Teman Dom akhirnya di rekrut oleh Frank Petty kepada Mr. No one (Kurt Russell). Sekarang, tugas Hobbes (Dwayne Johnson), Letty (Michelle Rodriguez), Roman (Tyrese Gibson), Teji (Chris Bridges) dan Ramsey (Nathalie Emmanuel) adalah menghentikan tindakan teroris Chipper dan merebut kembali Dom.

“Fast and Furious 8” sendiri juga melibatkan beberapa pemain baru di serial tersebut, seperti Scott Eastwood dan Helen Mirren. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah sama dengan pertanyaan pada film ketujuh, yang melibatkan berbagai teknologi komputer canggih.

Film yang disutradarai oleh F. Gary Grey ini berhasil mengangkat kembali tema street racing yang merupakan cikal bakal dari serial “Fast and Furious”. Seperti kebanyakan film, “Fast and Furious 8” tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Ada banyak fitur khusus dari “Fast and Furious 8”. Tentunya salah satunya adalah konsistensi para sineas dalam mempersiapkan adegan kejar-kejaran mobil. Dalam film ini, kita akan melihat keluarga Toretto ikut serta dalam pengejaran di New York City.

Bahkan ada momen istimewa ketika Dom ikut balapan di jalanan Havana, Kuba. Adegan ini membawa kita kembali pada semangat road racing, yang merupakan tema dari tiga film pertama “Fast and Furious”.

Taktik canggih yang kita lihat di “Fast and Furious 7” juga telah dipulihkan. Di sini, teknologi juga menjadi poin penting. Selain itu, sutradara F. Gary Grey berani menghasut adegan “mobil zombie” di New York yang melibatkan banyak mobil mewah, hingga jalanan kota menjadi seperti neraka.

Sejauh menyangkut cerita, “Fast and Furious 8” bisa dikatakan menjaga keseimbangan dengan adegan aksi yang ditampilkan. Beberapa karakter lama dan karakter tak terduga muncul dalam film ini, menjadikannya sebagai kekuatan tersendiri.

Penampilan Jason Statham dalam film ini tak hanya menjadi pemanis dalam adegan aksi. Seperti Tyrese Gibson, “Statham” juga bisa menghadirkan suasana humoris ke dalam bumbu lezat “Fast and Furious 8”. Beberapa karakter pemain juga mengandung elemen serupa, termasuk Dwayne “The Rock” Johnson.

Tidak seperti beberapa film sebelumnya, “Fast and Furious 8” memiliki karakter bermusuhan yang sangat dibenci penonton. Charlize Theron berhasil mengubah Cipher menjadi karakter lawan yang unik. Alasan Dom membantu Cipher adalah mendapatkan kejutan yang tidak terduga.

Di balik efek mengejutkan dari adegan aksi, mobil balap, dan cerita, “Fast and Furious 8” masih tergolong lemah dalam hal ekstraksi naskah. Mungkin karena terlalu banyak adegan penting yang tidak bisa ditampilkan, sehingga penonton kurang paham tentang siapa Cipher dan seperti apa masa lalunya.

Oleh karena itu, sepertinya penonton tidak diajak untuk membenamkan diri dalam cerita film ini, karena motivasi utama Cipher belum tergali sepenuhnya, dan alasan kuatnya mengundang Dom untuk melakukan misi jahat juga sama. Laki-laki Cipher hanya berfokus pada satu orang. Sangat kontras dengan “Fast and Furious 6”, “Fast and Furious 6” hampir mengekspos semua anak buah Owen Shaw.

Dalam keseluruhan film “Fast and Furious 8”, adegan aksi dan kejar-kejaran mobil di lapangan es di Islandia pun seolah membuang waktu. Waktu bukaan terlalu lama, hingga menurut kita waktu yang ditampilkan pada saat ini terlalu lama.

Skenario yang terlibat ketika Cipher dan Dom melaksanakan rencana tersebut juga dianggap kurang akut. Beberapa hal terkadang membuat Cipher merasa seperti lawan yang lemah lembut, dan terkadang dia terlihat tidak punya hati nurani. Oleh karena itu, terdapat kontradiksi antara karakter dan cara berpikir sandi antara satu adegan dengan adegan lainnya.

Hal lain yang membuat malu film ini adalah kolaborasi mendadak antara lawan lama dan protagonis. Percakapan singkat dan tawa membuat mereka seakan melupakan konflik di masa lalu, ketika mereka pernah mencoba membunuh satu sama lain sebelumnya.

Selain itu, para sineas “Fast and Furious 8” ini tampak tidak ingin membiarkan penontonnya memanjakan diri dengan beberapa momen tragis yang dihadirkan. Mungkin pihak studio film berniat menjadikan film ini tontonan bagi para remaja.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *